Tampilkan postingan dengan label rOboT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rOboT. Tampilkan semua postingan

RobOt pUnya perAsaan??

Teknologi Masa Depan dan Dunia Usaha

Pergi bekerja dari rumah ke kantor dengan cara terbang menggunakan roket di punggung mungkin akan terjadi pada tahun 2030.
Itulah perkiraan yang disampaikan oleh seorang panelis pada Diskusi ”Sewindu Reformasi Mencari Visi Indonesia 2030”. Tidak hanya orang, mobil pun bisa terbang. Dahsyat dan menakjubkan jika hal itu benar-benar terjadi nanti.

Mereka-reka apa yang akan terjadi di Indonesia 25 tahun yang akan datang memang tidak mudah karena itu menyangkut perjalanan bangsa Indonesia dan umat manusia di dunia dalam satu generasi.
Bukan tidak mungkin nanti robot akan memiliki perasaan seperti manusia melalui rekayasa DNA. Sebaliknya, sebagian perangkat tubuh manusia akan ditambah dengan peralatan robot. Misalnya, pada sebagian tangan atau kaki manusia nanti ada perangkat robotnya sehingga dapat memiliki tenaga ekstra untuk bekerja atau berkarya melebihi manusia yang hidup pada zaman sekarang.
Tidak hanya itu. Sangat boleh jadi nanti manusia bisa melihat kehidupan masyarakat di masa depan setelah ”dikirim” melalui perangkat yang disebut lorong waktu (time tunnel) sehingga bisa mengetahui atau bahkan bisa mencegah kemungkinan hal-hal yang bisa membinasakan kehidupan umat manusia di masa datang.
Jika kita membayangkan itu semua, sepintas mungkin seperti mimpi atau sama seperti kita menyaksikan film-film fiksi sains di layar kaca atau bioskop.
Namun, hal itu sangat mungkin terjadi melalui revolusi teknologi dan bioteknologi. Sebaliknya, jika kita melihat kondisi Indonesia sekarang, yang kita saksikan adalah arus deras masuknya barang-barang dan perangkat teknologi impor.
Sebagian dari kita merasa bingung dan terkaget-kaget pada perkembangan teknologi itu. Namun, sebagian lagi merasa tertantang oleh arus masuk teknologi modern dalam ranah kehidupan kita sehari-hari. Sebagai pengguna, adakalanya sebagian dari kita gagap dan bingung menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung cepat ini.
Contohnya, ketika sejumlah menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu dilengkapi dengan alat kerja canggih untuk dapat mengirim dan menerima surat elektronik melalui sebuah gadget, sebagian di antara mereka ada yang gagap teknologi atau gaptek.
Kalau di antara penentu kebijakan masih ada yang lack of technology (kurang paham teknologi), sangat bisa dimaklumi kalau masyarakat pada umumnya juga kesulitan untuk dapat menerima teknologi baru. Bagi sebagian orang, cara berkomunikasi seolah dianggap baru sempurna kalau dilakukan secara lisan dengan bertatap muka secara langsung.
Demikian pula dalam cara kita bekerja, adakalanya pergi ke kantor merupakan suatu keharusan. Padahal, di era serba cepat seperti sekarang, pekerjaan selayaknya berorientasi pada memaksimalkan output (hasil).
Untuk pekerjaan tertentu, tidak mutlak lagi harus dikerjakan di kantor, tetapi bisa juga dikerjakan di rumah. Oleh karena itu, akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah small office home office (SOHO).
Di era serba teknologi seperti sekarang, cara berkomunikasi dan melakukan transaksi bisnis yang efektif tidak selalu harus melalui cara bertatap muka meskipun hal itu bisa menimbulkan gugatan dari aspek budaya.
Seperti kita ketahui, pada tahun 1990-an, transaksi perbankan masih dilakukan secara konvensional, di mana nasabah yang hendak mentransfer uang masih harus mendatangi kantor bank dan bertemu langsung dengan customer service. Kalau banyak yang akan melakukan transaksi, para nasabah harus bersabar untuk antre. Kondisi ini tentu saja sangat menyita waktu dan sering menjengkelkan.

Namun, kini, transaksi perbankan sudah bisa dilakukan dalam waktu cepat melalui internet banking. Melalui sentuhan tangan di keyboard komputer yang terhubung ke jaringan internet atau melalui smartphone, sekarang nasabah sudah bisa melakukan transaksi perbankan dari mana dan kapan saja. Perkembangan teknologi informasi mampu mengatasi dimensi waktu, ruang, dan jarak.
Jaringan komunikasi yang berkembang demikian pesat telah banyak membantu umat manusia dan sejumlah perusahaan di jagat raya ini untuk saling berinteraksi dan melakukan transaksi bisnis satu sama lain.
Proses pengiriman berita dari atas pesawat kepresidenan yang sedang mengisi bahan bakar di Bandara Hongkong bisa dilakukan penulis dalam waktu relatif singkat melalui sebuah gadget, ketika mengikuti rombongan Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun 2001.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara pandang dan perilaku orang dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga bisa mengubah mekanisme kerja sebuah perusahaan. Adakalanya perkembangan teknologi informasi yang berlangsung dengan cepat bisa melampaui perkembangan perusahaan itu sendiri.
Oleh karena itu, perusahaan yang lambat dalam mengikut perkembangan teknologi bisa jadi akan tersisih dari dinamika masyarakat dan kemungkinan bisa kalah dalam persaingan usaha. Saat ini jaringan internet relatif sudah memasyarakat meskipun di Indonesia masih terbilang mahal untuk bisa memakai internet, bila dibandingkan dengan di negara maju.

Melejit bagaikan meteor
Sekarang perkembangan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi berlangsung demikian pesat. Melejit bagaikan meteor. Dengan demikian, kalau sebuah perusahaan tidak melek teknologi, mereka bisa sangat jauh ketinggalan. Pasalnya, life cycle suatu teknologi semakin singkat dan mudah menjadi kedaluwarsa.
Oleh karena itu, investasi di bidang teknologi informasi perlu mengutamakan dua hal penting. Pertama, dari aspek finansial harus memenuhi return on investment (ROI) yang cepat. Kedua, dari sisi teknis, investasi di bidang teknologi informasi antara lain perlu memerhatikan biaya pemeliharaan, keamanan, dan bersifat user friendly.
Jika misalnya sebuah perusahaan menggunakan pesawat telepon PABX atau memakai mesin lift yang sudah tidak diproduksi lagi oleh pabriknya atau sulit suku cadangnya, dipastikan hal itu akan membebani keuangan perusahaan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi perlu terus diikuti agar sebuah perusahaan bisa melakukan investasi dengan cepat dan tepat agar tidak sia-sia.
Demikian pula, misalnya, jika perusahaan hendak memutuskan untuk membeli atau menyewa seperangkat server untuk mem-back up semua data perusahaan, selayaknya dipertimbangkan dengan tepat kebutuhan dan manfaatnya.
Investasi dalam bidang teknologi informasi hendaknya jangan dilihat pada nilai uang yang dikeluarkan pada saat ini, tetapi harus dilihat output dan manfaatnya dalam jangka panjang.
Setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda soal penggunaan teknologi informasi, tergantung pada visi dan misi serta kultur dari perusahaan tersebut. Perusahaan keluarga yang konservatif biasanya daya adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi tidak fleksibel seperti perusahaan modern yang dikelola oleh para pekerja profesional.
Di negara-negara maju seperti Jepang, proses produksi dari perusahaan-perusahaan manufaktur sudah memakai tenaga robot karena tenaga manusia sudah sangat mahal di Negeri Sakura itu. Sebaliknya, di negara berkembang seperti Indonesia, pemakaian robot dapat mengancam keberlangsungan tenaga manusia.
Mungkinkah pemakaian robot dapat dilakukan pada saat jumlah penduduk Indonesia berkurang? Lalu, bagaimana pula jumlah penduduk Indonesia bisa berkurang, sementara angka pertambahan penduduk sekarang rata-rata 1,6 persen per tahun?
Mereka-reka pertanyaan tersebut bisa saja dilakukan. Karena itu, jawabannya bisa berbunyi, Indonesia bisa saja nanti menggunakan tenaga robot karena kalau kondisinya terus seperti sekarang, jumlah penduduk bisa berkurang secara alamiah karena sebagian meninggal dunia akibat kelaparan dan bencana alam yang disebabkan oleh faktor manusia Indonesia sendiri.
Jawaban lain, bangsa Indonesia yang semula sebagai negara kepulauan yang besar dengan jumlah penduduk yang banyak bisa jadi akan menyusut karena masing-masing provinsi menuntut untuk menjadi negara sendiri agar bisa mengelola daerahnya secara lebih otonom dan bisa maju lebih cepat.
Jawaban di atas memang agak pesimistis dan seolah-oleh membenarkan kekhawatiran dari sebagian kalangan selama ini bahwa kemajemukan masyarakat Indonesia akan sulit dipertahankan, sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia juga terancam perpecahan karena tidak adanya figur pemimpin yang kuat dan bisa dijadikan panutan masyarakat.
Tentunya, kita sangat tidak berharap hal itu terjadi. Kita menginginkan generasi yang akan hidup di tahun 2030 bisa tetap tinggal di negara Indonesia yang memiliki jumlah pulau sebanyak 17.000 dan 400 bahasa dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Semoga.

Rahasia Para Robot Juara,,

Cepat Pindahkan Muatan. DEPTH4 terdiri atas lima robot. Satu manual, empat otomatis. Namun, dalam pertandingan yang kontes yang diadakan di Universitas Indonesia 4-5 Juni lalu, tim ini meninggalkan dua robot otomatisnya. Yang dimaksud manual, kendalinya lewat joystick dari tangan manusia. Jadi, mirip dengan remote control mainan. Hanya, saja belum ada koneksi wireless.
Robot manual ini dapat mengangkut muatan berupa builder blocks (stereofoam setinggi 30 senti) dan memindahkannya ke skybridge tower setinggi 2,4 meter. Meski hanya berupa rangka alumunium, cara kerja robot ini mirip forklift. Ambil, angkat, bawa, dan masukkan.

Kecepatan robot ini setara dengan kecepatan jogging orang dewasa. Sebab, di dalamnya dipasang Pulse Width Modulation (PWM) yang dimodifikasi agar DEPTH4 bisa lari dengan cepat. Gerak robot ini didapat dari empat pasang batere kering bertotal listrik DC 24 volt. Saking cepatnya, driver-nya harus berlari kecil untuk mengikuti gerak DEPTH4. Sementara, robot otomatis adalah robot yang dimensinya lebih kecil dari robot manual. Gerakannya dikendalikan oleh sensor-sensor. Robot ini sudah tidak lagi menggunakan joystick, melainkan menggunakan sensor garis dan rotary encoder. Sensor garis dibuat dari gabungan rangkaian photo diode dengan led superbright. Fungsi sensor ini memantulkan cahaya dari line (biasanya berupa selotip putih) yang dipancarkan oleh transceiver dan diterima oleh receiver. Setelah, cahaya dari line ditangkap, tugas microcontroller-lah yang mengatur robot tersebut akan berjalan ke mana. Sebelumnya, pemetaan koordinat line di lapangan harus dihitung terlebih dahulu. Fungsinya, untuk memberi tahu pada koordinat berapa robot otomatis ini harus berhenti dan mengeluarkan berupa builder blocks. Sensor rotary encoder memiliki fungsi mengatur robot agar berhenti pada jarak tertentu. Jadi, tidak menggunakan line sebagai lintasannya. Sensor ini digunakan DEPTH4 pada robot otomatis kedua. Robot tidak perlu susah-susah menemukan tower dengan sensor garis untuk menaruh builder blocks. Namun, robot akan berhenti pada jarak yang dikendaki, membuka jembatannya, dan memuntahkan tumpanganya untuk kemudian menaruh builder blocks. Total, mereka menghabiskan uang sebesar Rp 10 juta untuk DEPTH4. (yud) "Kelelawar" Pemadam Api aL-Ashry memang layak jadi juara dalam Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2006. Sebab, ia mampu dengan cerdas memadamkan api.

Pada peragaannya di KCRI, robot ini dapat menyusuri lintasan yang berisi beberapa kamar dan menemukan kamar mana yang berisi sumber api. Kemudian, aL-Ashry akan mematikan api tadi dengan kipasnya. Sumber api diwakili oleh lilin. Cara kerja robot ini memanfaatkan sensor ultrasonik dan UVtron. Ultrasonik berfungsi menjaga jarak dengan dinding agar tidak menabrak. Robot ini mengadaptasi cara kelelawar terbang di malam hari. Ia akan mengeluarkan sinyal suara ultrasonik dengan frekuensi di atas ambang frekuensi pendengaran manusia sehingga tidak dapat terdengar. Kemudian, sinyal tersebut dipantulkan kembali ke robot. Dengan begitu, pergerakannya tidak memanfaatkan lintasan. Seperti halnya DEPTH4, pasokan energi pada aL-Ashry juga memanfaatkan DC bertegangan 24 volt. Tegangan tadi digunakan untuk menggerakan motor dan seluruh sistem rangkaian. Sedang UVtrone berfungsi mendeteksi keberadaan api, bukan mendeteksi thermal (panas). aL-Ashry memasang dua sensor UVtrone di tubuh robotnya. Satu UVtrone terbuka yang memastikan ada api dalam ruangan. UVtrone lain untuk memfokuskan di mana letak sumber api berada. Jika kerja UVtrone masih optimal, robot ini bahkan bisa mendeteksi keberadaan api dalam jarak lima meter. Dengan begitu, ketika akan masuk ke dalam ruangan, UVtrone terbuka bekerja terlebih dahulu. Jika memang tidak ada api di salah satu kamar, robot ini tidak akan masuk. Namun, jika memang ada lilin menyala, robot tersebut akan masuk kemudian memfokuskan sumber api berada. Begitu mendapatkan posisi yang tepat, robot akan berputar 180 derajat. Sebab, posisi kipas yang berfungsi mematikan api bertolak belakang dengan posisi UVtrone. Lalu, barulah kipas berputar untuk mematikan api. Bila api belum mati, robot tidak akan meninggalkan kamar tersebut. Bila diumpamakan, UVtrone adalah indera aL-Ashry. Sedangkan otaknya adalah microcontroller yang sudah diisi data-data program lewat software CodeVision AVR dengan bahasa pemprograman C++. CodeVision inilah yang digunakan sebagai compiler programmer. Jadi, pengguna tinggal memasukkan data-data ke mana robot ini akan membelok dan bagaimana bentuk lintasannya. Robot yang proses pembuatannya menghabiskan dana Rp 15 juta ini juga dilengkapi sistem kompas. Jadi, ketika diletakkan di sembarang tempat, robot tersebut akan tahu letak utara atau selatan. Karena itu, ia mampu berbelok dengan halus, tanpa harus berhenti dan berputar terlebih dahulu

ROBOT PENERAJU MASA DEPAN


•Pada zaman serba moden ini,kudrat manusia semakin kurang digunakan kerana banyak skop pekerjaan diganti dengan robot yang dicipta manusia,khususnya untuk kegunaan sektor perindustrian dan membantu kerja berat terutamanya dalam industri perkilangan.Perkembangan dunia robotic bermula dengan terhasilnye sebuah robot industri yang dinamakan Unimates pada era 60-an oleh pereka barat,George Devol dan Joe Engelberger.Unimates diaplikasi bagi membentu kerja pemindahan perkakasan terutama dalam sektor industri.
Dengan berasaskan teknologi Unimates,dunia robotik bidang perindustrian semakin berkembang apabila Joe Engelberger berjaya menghasilkan Unimation sekali gus dinobatkan sebagai bapa robotic berikutan kejayaannya sebagai perintis pemasaran robot. Bagaimanapun,dengan arus kemodenan dan kemajuan teknologi terkini,robot bukan sahaja digunakan secara meluas dalam sector perindustrian,perkilangan,mengendalikan kerja berat atau bidang ketenteraan.Malah kini sudah ada usaha untuk melahirkan robot yang mempunyai perasaan tidak ubah seperti manusia.
Bagi masyarakat di Barat dan Jepun yang mana kedua-duanya menjadi negara paling maju dalam industri robotik,penggunaan robot bukan sekadar membantu meringankan beban kerja tetapi juga untuk dijadikan teman bermain.
Malah lebih menakjubkan robot kini bukan sekadar rangka besi,sebaliknya sudah ada yang benar-benar menyerupai seiras dengan manusia.
Kemajuan teknologi robotik semakin ketara,termasuk membabitkan robot haiwan.Kini robot dicipta bagi membolehkan ia menguasai tindakan sendiri tanpa memerlukan arahan atau kawalan.Ia penting bagi membolehkan robot melakukan kerja fizikal yang memerlukan kawalan aktif dan memberi maklum balas pada keadaan tertentu.
Tidak keterlaluan dikatakan, teknologi robotik boleh dinobatkan sebagai antara ciptaan manusia paling agung apatah lagi ia membabitkan penciptaan manusia klon.
Dengan kecanggihan teknologi robotik,mungkin satu hari nanti tenaga manusia tidak lagi digunakan sama ada dalam bidang perindustrian mahupun ketenteraankerana semuanya diambil alih robot.
Teknologi robotic kini turut diguna pakai dalam bidang perubatan.
Malaysia mencatat sejarah perubatan negara apabila Hospital Kuala Lumpur (HKL)
Menjadi hospital pertama didunia yang menggunakan robot untuk melakukan pembedahan mikro atau insisi lubang kunci berukuran 8- 12mm bagi membuangsel kanser.
HKL juga mengharumkan nama Malaysia selepas muncul hospital pertama didunia menjalankan pembedahan pembuangan batu karang dari buah pinggang menggunakan robot menerusi kaedah pembedahan Robotik Sistem da Vinci membabitkan 3 komponen utama iaitu robot yang mempunyai 3 tangan,komputer berskrin tiga dimensi dan penganalisis imej.
Ujian terkini dalam teknologi robotik ialah keatas robot bersayap yang mengeksploitasi teknologi biomimicry. Walaupunia masih pada peringkat awal, teknologi seperti nanomotor dan wayar pintar dijangka dapat meningkatkan lagi kecekapan industri penerbangan dan aeroangkasa.

Robot??


Robot humanoid memainkan trompet

Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industri digunakan dalam bidang produksi. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihan limbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan "cari dan tolong" (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga, seperti penyedot debu, dan pemotong rumput.

Perkembangan sekarang

Ketika para pencipta robot pertama kali mencoba meniru manusia dan hewan, mereka menemukan bahwa hal tersebut sangatlah sulit; membutuhkan tenaga penghitungan yang jauh lebih banyak dari yang tersedia pada masa itu. Jadi, penekanan perkembangan diubah ke bidang riset lainnya. Robot sederhana beroda digunakan untuk melakukan eksperimen dalam tingkah laku, navigasi, dan perencanaan jalur. Teknik navigasi tersebut telah berkembang menjadi sistem kontrol robot otonom yang tersedia secara komersial; contoh paling mutakhir dari sistem kontrol navigasi otonom yang tersedia sekarang ini termasuk sistem navigasi berdasarkan-laser dan VSLAM (Visual Simultaneous Localization and Mapping) dari ActivMedia Robotics dan Evolution Robotics.
Ketika para teknisi siap untuk mencoba robot berjalan kembali, mereka mulai dengan heksapoda dan platform berkaki banyak lainnya. Robot-robot tersebut meniru serangga dan arthropoda dalam bentuk dan fungsi. Tren menuju jenis badan tersebut menawarkan fleksibilitas yang besar dan terbukti dapat beradaptasi dengan berbagai macam lingkungan, tetapi biaya dari penambahan kerumitan mekanikal telah mencegah pengadopsian oleh para konsumer. Dengan lebih dari empat kaki, robot-robot ini stabil secara statis yang membuat mereka bekerja lebih mudah. Tujuan dari riset robot berkaki dua adalah mencapai gerakan berjalan menggunakan gerakan pasif-dinamik yang meniru gerakan manusia. Namun hal ini masih dalam beberapa tahun mendatang.


Masalah teknis lain yang menghalangi penerapan robot secara meluas adalah kompleksitas penanganan obyek fisik dalam lingkungan alam yang tetap kacau. Sensor taktil dan algoritma penglihatan yang lebih baik mungkin dapat menyelesai Masalah teknis lain yang menghalangi penerapan robot secara meluas adalah kompleksitas penanganan obyek fisik dalam lingkungan alam yang tetap kacau. Sensor taktil dan algoritma penglihatan yang lebih baik mungkin dapat menyelesaikan masalah ini. Robot Online UJI dari University Jaume I di Spanyol adalah contoh yang bagus dari perkembangan yang berlaku dalam bidang ini.
Belakangan ini, perkembangan hebat telah dibuat dalam robot medis, dengan dua perusahaan khusus, Computer Motion dan Intuitive Surgical, yang menerima pengesahan pengaturan di Amerika Utara, Eropa dan Asia atas robot-robotnya untuk digunakan dalam prosedur pembedahan minimal. Otomasi laboratorium juga merupakan area yang berkembang. Di sini, robot benchtopdigunakan untuk memindahkan sampel biologis atau kimiawi antar perangkat seperti inkubator, berupa pemegang dan pembaca cairan. Tempat lain dimana robot disukai untuk menggantikan pekerjaan manusia adalah dalam eksplorasi laut dalam dan eksplorasi antariksa. Untuk tugas-tugas ini, bentuk tubuh artropoda umumnya disukai. Mark W. Tilden dahulunya spesialis Laboratorium Nasional Los Alamos membuat robot murah dengan kaki bengkok tetapi tidak menyambung, sementara orang lain mencoba membuat kaki kepiting yang dapat bergerak dan tersambung penuh.
Robot bersayap eksperimental dan contoh lain mengeksploitasi biomimikri juga dalam tahap pengembangan dini. Yang disebut "nanomotor" dan "kawat cerdas" diperkirakan dapat menyederhanakan daya gerak secara drastis, sementara stabilisasi dalam penerbangan nampaknya cenderung diperbaiki melalui giroskop yang sangat kecil. Dukungan penting pekerjaan ini adalah untuk riset militer teknologi pemata-mataan.

TEKNIK DISAIN ROBOT BERORIENTASI FUNGSI


Gambar 2.1: Sistem Robot dan orientasi fungsi
Pertanyaan awal yang sering mengemuka ketika kita berbicara tentang robot adalah: apa manfaat atau kegunaan robot ini? Pertanyaan ini memiliki dampak serius ketika konteks diskusinya adalah tentang investasi yang relatif besar yang biasanya harus dikeluarkan untuk membangun suatu sistem robotik. Apa dampak keuntungan secara ekonomi, apa sumbangannya untuk kesejahteraan hidup manusia, merupakan pertanyaan yang sulit dideskripsikan ketika sistem robot yang dibangun masih dalam taraf penelitian. Seperti misalnya, apa manfaat dari investasi besar yang harus dikeluarkan dalam keikutsertaan kontes robot? Kemajuan teknologi di bidang robotik apakah tidak justru mengancam eksistensi pekerja (manusia) industri di negeri yang masih amat tinggi tingkat penganggurannya ini?

Bab ini tidak akan membahas fungsi atau manfaat robot seperti yang dipertanyakan di atas. Bahasan lebih ditujukan untuk menjawab: bagaimana menguasai teknik disain robotik secara cepat, efisien, bermanfaat dan mudah dipahami. Fungsi komersial pada gilirannya akan mudah dideskripsikan jika mahasiswa atau disainer sudah mulai ahli dalam mencipta robot. Gambar 2.1 berikut ini mengilustrasikan tentang sebuah diagram sistem robotik yang berhubungan dengan “dunia nyata” (real world).


Bagian-bagian dalam Gambar 2.1 diterangkan sebagai berikut:
Sistem Kontroler
Adalah rangkaian elektronik yang setidak-tidaknya terdiri dari rangkaian prosesor (CPU, Memori, komponen interface Input/Output), signal conditioning untuk sensor (analog dan atau digital), dan driver untuk aktuator. Bila diperlukan bisa dilengkapi dengan sistem monitor seperti seven segment, LCD (liquid crystal display] ataupun CRT (cathode ray-tube).
Mekanik Robot
Adalah sistem mekanik yang dapat terdiri dari setidak-tidaknya sebuah fungsi gerak. Jumlah fungsi gerak disebut sebagai derajat kebebasan atau degree of freedom (DOF). Sebuah sendi yang diwakili oleh sebuah gerak aktuator disebut sebagai satu DOF. Sedangkan derajat kebebasan pada struktur roda dan kaki diukur berdasarkan fungsi holonomic atau non-holonomic (diterangkan di Bab 7).
Sensor
Adalah perangkat atau komponen yang bertugas mendeteksi (hasil) gerakan atau fenomena lingkungan yang diperlukan oleh sistem kontroler. Dapat dibuat dari sistem yang paling sederhana seperti sensor ON/OFF menggunakan limit switch, sistem analog, sistem bus parallel, sistem bus serial, hingga sistem mata kamera.
Aktuator
Adalah perangkat elektromekanik yang menghasilkan daya gerakan. Dapat dibuat dari sistem motor listrik (Motor DC (permanent magnet, brushless, shunt dan series), Motor DC Servo, Motor DC Stepper, ultrasonic motor, linear motor, torque motor, solenoid, dsb.), sistem pneumatik (perangkat kompresi berbasis udara atau gas nitrogen), dan perangkat hidrolik (berbasis bahan cair seperti oli). Untuk meningkatkan tenaga mekanik aktuator atau torsi gerakan dapat dipasang sistem gearbox, baik sistem direct-gear (sistem lurus, sistem ohmic/worm-gear, planetary gear, dsb.), sprochet-chain (gir-rantai, gir-belt, ataupun sistem wire-roller, dsb.)
Sistem roda
Adalah sistem mekanik yang dapat menggerakkan robot untuk berpindah posisi. Dapat terdiri dari sedikitnya sebuah roda penggerak (drive dan steer), dua roda differensial (kiri-kanan independen ataupun sistem belt seperti tank), tiga roda (synchro drive atau sistem holonomic), empat roda (Ackermann model/car like mobile robot ataupun sistem mecanum wheels) ataupun lebih.
Sistem kaki
Pada dasarnya sistem kaki adalah gerakan “roda” yang didisain sedemikian rupa hingga memiliki kemampuan gerak seperti mahluk hidup. Robot berjalan dengan sistem dua kaki atau biped robot memiliki struktur kaki seperti manusia setidak-tidaknya mempunyai sendi-sendi yang mewakili pergelangan kaki, lutut, dan pinggul. Dalam konfigurasi yang ideal pergerakan pada pinggul dapat terdiri dari multi DOF dengan kemampuan gerakan memutar seperti orang menari jaipong. Demikian juga pada pergelangan kaki, idealnya adalah juga memiliki kemampuan gerakan polar. Untuk robot binatang (animaloid) seperti serangga, jumlah kaki dapat didisain lebih dari empat. Bahkan robot ular dapat memiliki DOF yang lebih dari 8 sesuai dengan panjang robot (ular) yang didefinisikan.
Sistem tangan
Adalah bagian atau anggota badan robot selain sistem roda atau kaki. Dalam konteks mobile robot, bagian tangan ini dikenal sebagai manipulator yaitu sistem gerak yang berfungsi untuk memanipulasi (memegang, mengambil, mengangkat, memindah atau mengolah) obyek. Pada robot industri fungsi mengolah ini dapat berupa perputaran (memasang mur-baut, mengebor/drilling, milling, dll.), tracking (mengelas, membubut, dsb.) ataupun mengaduk (kontrol proses). Untuk robot tangan, disain sendi-lengan diukur berdasarkan DOF. Lengan dapat dibuat kaku/tegar (rigid) ataupun fleksibel (flexible manipulator). Sistem tangan memiliki bagian khusus yang disebut sebagai gripper atau grasper (pemegang). Untuk grasper yang didisain seperti jari tangan manusia, derajat kebebasannya dapat terdiri lebih dari 16 DOF (3 DOF untuk jari kelingking, manis, tengah, telunjuk, dan 4 DOF untuk jari jempol), tidak termasuk gerakan polar pada sendi pergelangan.
Real World
Real World atau dunia nyata didefinisikan sebagai daerah kerja (workspace) daripada robot. Robot yang tersusun dari tangan/ manipulator saja memiliki workspace yang terbatas sesuai panjang jangkauan tangannya. Untuk robot beroda atau berkaki, workspace-nya menjadi relatif tak terbatas tergantung kemampuan jelajahnya. Dengan menggabung robot tangan ke atas mobile robot maka daerah kerja untuk navigasi dan manipulasi dapat digabung dengan baik. Navigasi dasar dapat berupa mengikuti jalur di jalan (seperti line-follower atau route-runner robot, model labirin pada robot tikus, robot marka jalan berbasis vision, dsb.), berjalan menuju ke obyek atau sasaran (menggunakan sensor radar, sonar, kamera, proximity, dsb.), ataupun berjalan menuju sasaran dengan menghindari halangan (obstacle). Untuk bagian tangan, tugasnya dapat berupa tracking mengikuti referensi trajektori, menuju atau menghindari obyek berbasis vision, dan segala terminologi manipulasi yang mungkin dilakukan sesuai dengan tool pada posisi TIP atau ujung/pergelangan tangan. Untuk mode kerja multi-robot, kemampuan navigasi dan manipulasi ini dapat digabungkan secara simultan unutk membentuk fungsi atau tugas baru yang diselesaikan secara gotong-royong antar robot.